TERIMA KASI ANDA TELAH BERKUNJUNG KE BLOG KU YANG INDAH DAN PERMAI INI HEHEHEHEHEHE KAPAN-KAPAN MAPIR LAGI YA..??? TUHAN MENCIPTAKAN DUA MATA DAN SATU MULUT, MENGISYARATKAN KEPADA KITA UNTUK LEBIH BANYAK MELIHAT DARIPADA BERBICARA

Kamis, 16 April 2009

BATRE SAMA ES

Kamera saya sering sekali nge-drop baterainya padahal baru saja di-charge. Karena terlalu sering seperti itu akhirnya saya memutuskan untuk mengganti dengan yang baru. Ketika berada di counter assesories kamera, saya dapat tip agar baterai tahan lama. Baterai sebaiknya disimpan di lemari es ketika tidak digunakan. Wah, apa betul tuh?! Tapi setelah dipikirkan… betul juga, saya jadi teringat pada rumusan dari Svante Arrhenius (1889) yang menjelaskan hubungan suhu dengan kecepatan reaksi kimia.

Baterai bekerja dengan mengubah energi kimia menjadi energi listrik yang dikenal dengan proses discharge. Semua baterai memiliki karakteristik yang mengalami kehilangan muatan (charge) secara pelahan dengan berjalannya waktu (dikenal sebagai baterai seft-discharge). Komponen baterai juga dapat mengalami deteriorasi (seperti korosi yang terjadi pada seng dalam baterai seng-karbon) atau penguapan (misalnya kehilangan air karena penguapan). Seperti juga reaksi-reaksi kimia lain, reaksi ini juga memiliki kecepatan reaksi tertentu yang konstanta kecepatan reaksinya merupakan fungsi dari temperatur. Jika seandainya mekanisme reaksinya melibatkan satu langkah penentu kecepatan reaksi, maka konstanta kecepatan reaksi dari langkah elementernya akan dapat dijelaskan berdasarkan hukum Arrhenius. Hukum ini secara kuantitatif memberikan gambaran bagaimana hubungan antara kenaikan kecepatan suatu reaksi dengan kenaikan temperatur. Secara umum, semakin tinggi temperatur penyimpanan maka semakin besar kecepatan reaksinya. Sehingga untuk beberapa baterai, reaksi discharge dan deteriorasi akan menjadi lambat jika disimpan pada temperatur rendah. Baterai hidrida logam nikel (nikel metal hydrid, NiMH) memiliki kecepatan self-discharge 0,8%/hari pada temperatur 20 oC, tetapi pada 45 oC menjadi 6%/hari. Demikian juga untuk baterai biasa (nonrechargeable) seperti sistem Zinc-carbon atau alkalin-mangan perbedaan umur penyimpanan akan sangat besar bila disimpan pada temperatur rendah.

Penjelasan teoritiknya adalah sebagai berikut. Pada 1889 seorang ahli kimia dari Swedia yang bernama Svante Arrhenius mengatakan bahwa suatu reaksi kimia baru akan terjadi jika molekul-molekul yang bertabrakan memiliki suatu energi kinetik minimum tertentu. Jika dua buah molekul bertabrakan dengan energi kurang dari energi minimum ini maka molekul-molekul ini akan berbalik tanpa mengalami perubahan kimia. Energi ini disebut energi aktivasi (Ea). Jika reaksi diberi ‘energi’ sehingga melampaui energi kritis ini maka reaktan akan berubah menjadi produk. Kenaikan temperatur akan memberikan energi pada reaksi dan konstanta kecepatan reaksi menjadi naik. Hubungan antara konstanta kecepatan reaksi dengan temperatur dalam Kelvin dan energi aktivasi adalah sebagai berikut k=Ae-Ea/RT atau lnk= lnA -Ea/RT dengan A adalah faktor pre-eksponensial atau faktor frekuensi. Semakin besar temperatur T maka konstanta kecepatan reaksi k juga akan semakin besar, artinya reaksinya juga akan semakin cepat.

So… jadi betul kan mengapa baterai jika tidak digunakan sebaiknya disimpan di tempat yang dingin seperti lemari es itu.

ANDA PERLU TAHU INI


Tahukah anda bahwa jika anda berteriak terus
menerus selama 8 tahun, 7 bulan dan 6 hari,
energi yang anda keluarkan akan cukup untuk
memanaskan secangkir kopi.
(Ngapain? Nggak sebanding sama hasilnya.)

Jika anda kentut secara konsisten selama 6 tahun
9 bulan, anda akan menghasilkan gas yang cukup
untuk menciptakan energi yang diperlukan dalam
membuat bom atom. (Nah, kalo ini mendingan lah,
lebih sebanding.)

Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30
menit lamanya. (Wuih. Kalo ada reinkarnasi, in my
next life,I want to be a pig. Cuma gue bingung kok
bisa-bisanya tau soal ini ya?)

Membenturkan kepala ke tembok menghabiskan
150 kalori setiap jamnya. (Hmm..Gue masih
kepikiran soal babi tadi...)

Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-
lumba yang bisa melakukan seks sebagai sebuah
kesenangan. (Oh jadi itu sebabnya Flipper sang
lumba-lumba selalu tersenyum! Dan babi bisa
orgasme 30 menit? Nggak adil, nggak adil!!)

Semua beruang kutub kidal.
(Emang siapa peduli? Lagian darimana bisa tau?)

Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9
hari tanpa kepala, sebelum mati karena kelaparan.
(Hii syeerem..)

Seekor kutu mampu melompat sejauh 350 kali
panjang badannya. Kira- kira sama dengan
seorang manusia melompat sejauh lapangan
sepak bola.
(30 menit bo...kebayang nggak sih?.... dan kenapa
musti babi?)

Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi
betinanya selama kepalanya masih menempel
pada tubuhnya. Sang betina harus memulai ritual
seks dengan memenggal kepala sang jantan.
(Mudah-mudahan nggak ada yang memberi tahu
mereka soal babi tadi.)

Beberapa jenis singa mampu kawin sebanyak 50
kali dalam sehari.
(Boleh juga, tapi in my next life, I still want to be a
pig: quality over quantity bo..)

Alat perasa pada kupu-kupu adalah kakinya. (Hii...)

Bintang laut tidak mempunyai otak. (Ah, nggak
cuma bintang laut. Manusia juga ada.)
__________________________________________________